Ani Fitriani
Everything have a reasons, including falling in love with you.
Wednesday, December 27, 2017
Kalian tau saya sedang seperti orang gila saat ini. Tak henti memikirkan kalian yang membuat saya seperti orang gila atau mungkin sudah gila. Kalian, yang beragam sifat, kelakuan, dan rasa. Mungkin dengan cara seperti ini setidaknya saya bisa lupa sejenak. Mungkin karena ini saya bisa meleopas penat saya. Tidak hanya dia, kamu dan mereka, tapi kalian semua.kalian semua menyita waktuku, pikiranku. Muak, bingung. Saya merasa sendiri, kosong, tak ada yang bisa benar-benar mendengar, menemani, sekaligus menenangkan.
Saya lelah. Lelah menerima ini semua sendiri.
Tolong saya.
Friday, December 15, 2017
Memang bodoh.
Semua berbeda sekarang, tak sama seperti kemarin, karena waktu hanya bisa berputar, tak bisa mengulang.
Mungkin kamu harus tau, ketika kita hidup di dunia yang sangat luas tapi sekaligus sempit ini.
Di saat seperti ini tak ada angin yang tak berhembus, tak ada air yang tak mengalir.
Mereka melakukan tanpa bosan, tanpa letih, tanpa mengeluh karena mereka tau waktu tak bisa terulang, hanya bisa di kenang dan mereka melakukan tanpa pamrih.
Jangan biarkan dirimu terdiam tanpa bergerak karena akan sakit sekali rasanya keram.
Bergeraklah, jangan diam disini. Pergi yang jauh biar tau bahagiamu masih banyak.
Malu bercerita dengan teman yang sudah tau rasanya tanah papua, tapi kamu masih terdiam di atas tanah terkuburnya ari-ari mu sendiri.
Mengerti tidak maksudku?
Aku sebenarnya hanya ingin kau tau, aku disini lagi.
Untuk kesekian kalinya terlena, tersihir.
Bodohkan? Memang.
Mungkin kamu harus tau, ketika kita hidup di dunia yang sangat luas tapi sekaligus sempit ini.
Di saat seperti ini tak ada angin yang tak berhembus, tak ada air yang tak mengalir.
Mereka melakukan tanpa bosan, tanpa letih, tanpa mengeluh karena mereka tau waktu tak bisa terulang, hanya bisa di kenang dan mereka melakukan tanpa pamrih.
Jangan biarkan dirimu terdiam tanpa bergerak karena akan sakit sekali rasanya keram.
Bergeraklah, jangan diam disini. Pergi yang jauh biar tau bahagiamu masih banyak.
Malu bercerita dengan teman yang sudah tau rasanya tanah papua, tapi kamu masih terdiam di atas tanah terkuburnya ari-ari mu sendiri.
Mengerti tidak maksudku?
Aku sebenarnya hanya ingin kau tau, aku disini lagi.
Untuk kesekian kalinya terlena, tersihir.
Bodohkan? Memang.
Thursday, August 6, 2015
Tega
Mungkin ini hanya sementara namun tak ku pungkiri ini menyita semua waktu ku. Memikirkanmu dalam detik demi detik. Harapan hanya akan jadi hembusan angin yang berlalu tanpa pamit. Merasa akan percuma berjuang karna rasa ini cukup menyiksa. Bernafas pun aku tak sanggup. Aku rindu. Rindu kita baik-baik saja, ku ingin memutar waktu. Memperbaiki kesalahanku yang membuatmu sekarang menjadi kejam.
Monday, April 15, 2013
Apa Arti Hadirku Dimatamu?
Seperti biasa handphone ku sepi tanpa balasan darimu. Serasa langit tanpa bintang tapi sayangnya bintang terlalu indah untukmu. Aku tidak tau apa yang indah dari ini. Mungkin karena pikiranku masih tertuju pada dirimu. Mengetahui dirimu lebih banyak menghabiskan waktu bersama dirinya dan sama sekali tidak ada waktu 1 jam pun untuk kamu luangkan bersamaku. Lalu berbedakah harimu tanpa hadirku? Pikirku tidak. Selalu berfikir bahwa, kamu terlalu indah untuk bisa berada disampingku, maka dari itu kamu memilih untuk menghabiskan seluruh waktumu bersama dirinya. Aku tau bukan aku orang yang selama ini kamu harapkan. Kembalilah bersama dirinya yang sempurna untuk hidupmu. Aku tak mampu menjadi seperti yang kamu inginkan. Aku pun tak sesempurna yang kamu bayangkan. Aku tak mampu membelikan mu hadiah, memberikan kejutan makan malam yang romantis. Aku hanya anak sederhana yang masih menuntut ilmu untuk semua masa depanku. Menabung uang sebanyak mungkin untuk satu impianku menikmati keromantisan kota Paris. Mungkin kamu tak pernah tahu bahwa aku memilihmu karena keromantisanmu jika mencintai seseorang. Selama ini kamu selalu mengatakan kata-kata manis namun aku tidak pernah merasa diistimewakan olehmu. Padahal kamu tahu aku selalu berharap hal itu terjadi juga padaku.
Oh tuhan aku terlalu lelah menyikapi sifatmu yang selalu abu-abu untukku. Kamu pergi dengan kebahagianmu namun tiba-tiba kamu hadir dengan kehilanganmu. Aku merasa seperti pelampiasan semata namun kamu selalu mengharap hadirku. Entah untuk apa kurasa semua hanya sia-sia. Mengatakan aku rindu kamu saja merupakan kata-kata sampah bagimu. Tak pernah ada respon berarti untuk itu. Namun sekarang mengapa kamu marah jika aku sedang deket dengan orang lain? Pentingkah itu bagimu? Cemburukah dirimu? Ayolah jujur saja apa yang kamu rasakan, mungkin aku bisa membantu walau sakit yang aku terima. Kamu tau aku rindu semua tentang kita. Harus berapa kali aku ucapkan agar mendapat respon berarti darimu? Jika memang tidak pernah ada rasa padaku, mengapa kamu tiba-tiba datang dengan sejuta kata manis yang mengingatkan ku pada kita yang dulu? Lalu mengapa kamu sekarang tiba-tiba pergi tanpa perasaan lagi? Kamu anggap apa aku selama ini? Aku selalu berkorban demi kita, menahan amarah karena cacian kekasihmu, menahan sakit hati karena harus melihat dirimu lebih bahagia bersamanya, menahan rindu karena tak ada sedikitpun waktu yang bisa kau curi untuk bertemu denganku. Apa arti hadirku dimatamu jika hanya ini yang kamu lakukan terhadap kehidupanku? Entah merasa atau tidakkah dirimu, setiap detik tuhan ciptakan waktu aku selalu berharap kamu juga mengingatku layaknya aku tidak pernah lupa akan harum tubuhmu.
Oh tuhan aku terlalu lelah menyikapi sifatmu yang selalu abu-abu untukku. Kamu pergi dengan kebahagianmu namun tiba-tiba kamu hadir dengan kehilanganmu. Aku merasa seperti pelampiasan semata namun kamu selalu mengharap hadirku. Entah untuk apa kurasa semua hanya sia-sia. Mengatakan aku rindu kamu saja merupakan kata-kata sampah bagimu. Tak pernah ada respon berarti untuk itu. Namun sekarang mengapa kamu marah jika aku sedang deket dengan orang lain? Pentingkah itu bagimu? Cemburukah dirimu? Ayolah jujur saja apa yang kamu rasakan, mungkin aku bisa membantu walau sakit yang aku terima. Kamu tau aku rindu semua tentang kita. Harus berapa kali aku ucapkan agar mendapat respon berarti darimu? Jika memang tidak pernah ada rasa padaku, mengapa kamu tiba-tiba datang dengan sejuta kata manis yang mengingatkan ku pada kita yang dulu? Lalu mengapa kamu sekarang tiba-tiba pergi tanpa perasaan lagi? Kamu anggap apa aku selama ini? Aku selalu berkorban demi kita, menahan amarah karena cacian kekasihmu, menahan sakit hati karena harus melihat dirimu lebih bahagia bersamanya, menahan rindu karena tak ada sedikitpun waktu yang bisa kau curi untuk bertemu denganku. Apa arti hadirku dimatamu jika hanya ini yang kamu lakukan terhadap kehidupanku? Entah merasa atau tidakkah dirimu, setiap detik tuhan ciptakan waktu aku selalu berharap kamu juga mengingatku layaknya aku tidak pernah lupa akan harum tubuhmu.
gelisah hati tanpa hadirmu
malam ini, 15042013
Subscribe to:
Posts (Atom)